Cara Menghitung CC / Volume Silinder Mesin Motor

Cara Menghitung CC / Volume Silinder Mesin Motor
4.6 (92%) 9 votes

Assalamu’alaikum teman – teman, saatnya belajar bersama lagi, kali ini kita akan coba belajar menghitung CC mesin. sering kan ya kita dengar tentang CC motor, misalnya pertanyaan Kawasaki Ninja itu berapa CC sih? atau mungkin kita pernah mendengar juga pertanyaa sperti ini “motorku habis aku bore up, sekarang CCnya jadi brp ya?” Nah, sebelum kita belajar cara menghitungnya alangkah baiknya kita mengerti dulu apa itu CC mesin.

Sebenarnya CC itu bukan merupakan istilah yang tepat, istilah yang lebih tepat adalah volume cilinder, CC hanyalah satuannya saja, bisa saja kita menggunakan dengan istilah  cm3 (centimeter kubik)  atau liter, maka tak heran jika kita sering melihat tulisan cm3 pada block silinder, misal pada mesin2 suzuki, tertulis 109cm3 pada mesin suzuki smash atau shogun dan 149 cm3 pada satria FU, atau satuan liter pada mesin2 mobil atau truck, intinya adalah satuan tersebut menunjukan satuan volume silinder. kenapa silinder? yah kan ruang bakar bentuknya silinder, kecuali kalau ada piston yang bentuknya kotak / segitiga. hehe  :hammer

Sampai disini apakah kalian sudah bisa menghitung CC suatu mesin? belum? jika belum lanjut lagi bacanya. seperti yang saya katakan diatas tadi kalau CC itu adalah volume cilinder, CC = cm3. di SD kita sudah pernah belajar tentang menghitung volume silinder, dimana rumusnya adalah

Volume = luas alas x tinggi

Karena piston berbentuk lingkaran maka rumusnya menjadi,

Volume = (3.14 x r^2) x tinggi, atau Volume = (phi dikali jari-jari kuadat) dikali tinggi

oke, rumus diatas adalah rumus dasarnya, sekarang mari kita bahas lagi biar lebih jelas.

Pertama, apa itu jari – jari, jari – jari disini adalah jari – jari piston / bore, jari -jari = setengah diamater, jadi misal diameter piston kaze 54mm, berarrti jari jarinya 27mm

Baca Juga  2x Revolusi Dingin Oli Federal Matic jadi Jawara dingin Oli Matic

Kedua, apa itu tinggi, tinggi disini  adalah panjang langkah piston / stroke saat di piston di posisi paling bawah (TMB / titik mati bawah) sampai di posisi paling atas (TMA / titik mati atas)

Jadi dengan kata lain untuk menghitung CC adalah.

CC = ( 3.14 x jari – jari piston) x stroke / panjang langkah

atau

CC = (( 3.14 x diameter piston) x stroke / panjang langkah) : 4

Agar lebih jelas mari coba kita hitung CC mesin jupiter Z standart, dimana

Diamter Piston = 51 mm, atau jari – jari 25.5 mm

Panjang langkah / Stroke = 54mm

jadi, Volume Silinder Mesin Jupiter Z adalah:

V = (3.14 x 22.5mm^2 ) x 54mm
V = (3.14 x 22.5 x 2.55) x 54 mm
V = 2041.785 x 54
V = 110256.39 mm3

Karena 1 CC = 1 cm3 = 1000mm3, Maka, V = 110256.39 : 1000 = 110.25639 cm3, atau dengan kata lain volume silinder mesin Jupiter Z adalah 110.25639 CC

Gimana? Sudah paham kan?  :babyboy lalu bagaimana untuk menghitung CC mesin motor yang sudah dimodif? misal sudah di Bore UP atau Stroke UP? baca ulasannya di artikel selanjutnya ya  :cool Terima kasih, wassalamu’alaikum

Vote and Share your Fell !
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

About Giri Wahyu Pambudi

Giri Wahyu Pambudi - Seorang Pemuda Desa yang berkeinginan ikut membangun Indonesia dengan Sedikit Ilmu yang dimiliki
Jumlah Post : 356 Artikel

Artikel Serupa

Check Also

Daftar Letak dan Fungsi Sensor pada Mesin EFI Toyota Avzana