Cerita tentang Keluarga Pertama dalam Peradaban Islam

Keluarga pertama dalam Islam telah terbentuk melalui pernikahan Rasulullah dengan Khadijah. Keluarga ini merupakan pusat gerakan Islam di dunia yang memikul tugas tugas dan tanggung jawab yang berat dalam memerangi kekufuran dan kemusrikan serta menyebarkan panji panji tauhid dan keadilan di seluruh dunia. Rumah tangga ini merupakan dasar pertama bagi tauhid, yang menggabungkan pasukan pasukan yang setia dan siapsedia untuk menembus ke seluruh alam, untuk membuka hari manusia untuk menuju jalan kebenaran.

Rasul mencintai Khadijah dari lubuk hatinyan yang terdalam dan sangat menghormatinya. Bahkan Rasulullah menghormati sahabat sahabat Khadijah sebagai penghormatan dan penghargaan kepadanya. Begitu juga Khadijah , ia membalas cinta dengan cinta, kesetiaannya dengan kesetiaan, serta penghorbanan dengan pengorbanan. Ia beiman pada suaminya , dakwah yang disampaikannya, dan juga pada tujuan – tujuannya yang suci, dan mencurahkan keseluruhan dirinya untuk itu.

Khadijah adalah seorang istri yang langsung turut mengalami dan menyaksikan duka derita Rasulullah dalam menunaikan dan menyebarkan risalah Islam. Kesetiaan dan kerelaannya berkorban untuk tegaknya agama Allah tidak kepalang tanggung. Seorang yang tadinya kaya raya dengan ikhlas mengorbankan harta benda nya untuk kemaslahatan Islam dan kepentingan kaum muslimin. Seluruh harta kekayaan habis . Tapi, ketakwan semakin bertambah kuat.

Pengorbanan yang terbesar tentang kesetiaan cinta Khadijah memang teruji saat terjadi pemboikotan antara Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib . Ia mengorbankan banyak harta untuk di bagi bagikan kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib yang di boikot oleh penduduk kafir mekah.

Ia menyertai Rasulullah di dalam Sya’ib (sebuat tempat terpencil di antara dua bukit) ketika dia menghadapi pemboikotan sosial ekonomi dari kaum musyrik mekah selama tiga tahunn berturut turut.

Baca Juga  Lelaki Baik untuk Wanita Baik

Khadijah menyaksikan sendiri betapa berat penderitaan yang di tangggung oleh orang orang Bani Hasyim dalam pemboikotan ini. Mereka makan apa saja untyk mengganjal perut mereka yang kosong. Khadijah dengan cepat dan ikhlas memberkan hartanya yang melimpah untuk menopang kebituhan makan BaniHasyim yang sedang di boikot.

Demikian besar keseriaan Khadijah kepada Rasulullah. Ia mengorbankan segalanya untukperjuangan Islam. Dia tidak hanya menghibur Rasul, tetapi juga melindungi keselamatannya.Kebesaran dan jasanya tidak hanya diakui oleh Rasulullah , orang orang muslim tapi diakui dan mendapatkan penghormatan dan penghargaan langsung oleh Allah.

Rumah tangga Rasulullah dan Khadijah adalah teladan. Karena di dalam hidupsepasang suami istri yang hidup harmonis berdasarkan cintadan keikhlasan. Suami istri hidup daling pengertian dan saling menghargai. Suami mendapatkan pelayanan yang baik dari sang istri salihah. Dengan kasih sayang Khadijah, Rasulullah dapat melupakan penderitaan karena di tinggal wafat ibunya

Print Friendly, PDF & Email
Share your vote!


Vote and Share your Fell !
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

About Zafira Wafa

Jumlah Post : 59 Artikel

Artikel Serupa

Check Also

Pasti Nangis ! Kisah Haru kerinduan Bilal bin Rabah dengan Rasulullah