Belajar LabView : Pembuatan Tampilan Grafik dengan LabVIEW

Assalamu’alaikum Pengunjung Setia Cronyos.Com- Postingan kali ini adalah Lanjutan dar Postingan sebelumnya yaitu Belajar LabView : Pembacaan Sensor Dengan Arduino, Sebuah iklan mengatakan Visuals speak louder than Words, artinya bahwa gambar lebih berbicara daripada kata-kata. Saya sangat setuju dengan hal itu. Terlebih lagi ketika hal itu berupa gambar grafik. Mengapa grafik lebih berbicara? Karena selain bisa menunjukkan data sekarang, grafik juga dapat menunjukkan rekaman data di masa lampau dan pola kecenderungan data yang dapat digunakan untuk prediksi data di masa depan. 

Baca Juga  Belajar LabView : Pembacaan Sensor dengan Arduino

Dan berita bagusnya adalah, … pembaca dapat membuat grafik dengan mudah menggunakan LabVIEW dan dengan fitur yang cukup lengkap. Pembaca dapat mendownload software LabVIEW yang terbaru di alamat ini. Sekalipun versi evaluasi, versi tersebut sama kemampuannya dengan versi profesional. Dan berita baiknya adalah, pembaca dapat memperpanjang versi evaluasi tersebut, yaitu dengan mengubah tanggal di komputer mundur ke belakang, dan setelah jendela LabVIEW terbuka, tanggal di komputer dapat dimajukan kembali ke tanggal sekarang. Saya yakin hal ini bukanlah bug dari LabVIEW, tetapi ini disengaja oleh pembuat LabVIEW, untuk mendukung pendidikan, khususnya bagi kita-kita yang masih suka yang murah dan gratis. Tetapi sebaiknya pembaca bisa membeli versi yang student atau versi yang profesional, karena akan lebih banyak suport dan informasi yang bisa didapatkan nantinya.

Kembali ke topik, berikut ini langkah-langkah penggunaan LabVIEW untuk pembuatan grafik. Langkah-langkah ini saya bagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. Bagian pertama adalah membaca data yang dikirimkan oleh Arduino,
  2. Bagian kedua adalah menampilkan data dalam bentuk grafik.
  3. Bagian ketiga adalah melakukan penyimpanan data ke dalam harddisk.
  4. Bagian keempat adalah membuat program tersebut menjadi aplikasi EXE.

Untuk pembaca yang ingin bisa membuat grafik dalam waktu 5 menit saja, sesuai judul blog ini, maka saya menyarankan pembaca untuk langsung men-download program di bagian akhir topik ini. Namun jika pembaca memiliki waktu banyak, silahkan mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Berikut langkah-langkah bagian pertama, MEMBACA DATA dari Arduino:

  • Instal software LabVIEW.
  • Instal juga software driver VISA untuk komunikasi serial. Pembaca dapat mendownloadnya di sini
  • Setelah LabVIEW berhasil terinstal, buka menu File, pilih New vi. Perlu diketahui, file-file LabVIEW dinamai vi, dari kata virtual instruments. Sebuah viterdiri dari 2 jendela, yaitu jendela Front Panel dan jendela Block Diagram. Jendela Front Panel berisi objek-objek yang ketika program dijalankan, akan terlihat oleh pengguna. Sedangkan jendela Block Diagram berisi kode program berbentuk icon, yang ketika program dijalankan, tidak akan terlihat oleh pengguna. Berikut tampilan jendela Front Panel dan Block Diagram:

  • Ambil 5 buah icon berikut ini dari palet Functions, kategori Instrument I/O, kategori Serial, dan kemudian tempatkan di jendela Block Diagram:
  • VISA Configure Serial Port
  • VISA Flush I/O Buffer
  • VISA Bytes at Serial Port
  • VISA Read
  • VISA Close

  • Kemudian susun seperti gambar  berikut:

  • Tambahkan While Loop untuk membuat program terus menerus membaca instruksi yang diterima, seperti gambar berikut:

  • Tambahkan tombol Stop pada kaki input Loop Condition (kotak dengan bulatan merah di dalamnya), dengan cara mengklik kanan kaki input Loop Condition, dan memilih Create Control, seperti gambar berikut:

  • Tambahkan Case Structure pada instruksi VISA Read untuk membuat program hanya akan membaca bila ada data di Serial Port, seperti gambar berikut:

  • Isi kaki input kotak tanda tanya pada Case Structure dengan output dari VISA Bytes at Port, seperti gambar berikut:

  • Karena jumlah byte data di Serial Port bisa lebih dari satu, maka tambahkan titik sebanyak 2 kali pada angka 1 di dalam kotak Selector Label Case Structureseperti gambar berikut:

  • Tekan gambar tanda panah ke kanan di kotak Selector Label Case Structureuntuk berpindah ke Case 0. Pastikan bahwa pada Case 0 ini sifatnya Default. Apabila belum Default, klik kanan pada gambar tanda panah ke bawah, dan pilihMake This The Default Case. Setelah itu teruskan output dari VISA Bytes at Port melintasi kotak Case Structure seperti gambar berikut. Instruksi ini berarti ketika tidak ada data pada Serial Port (jumlahnya 0), maka silahkan terus, atau tidak perlu mengaktifkan VISA Read.

  • Klik kanan pada kaki input kiri atas instruksi VISA Configure Serial Port, tepatnya pada kaki VISA Resource Name dan pilih Create Control, seperti ditunjukkan gambar berikut. Instruksi ini digunakan untuk memilih saluran COM port yang nantinya digunakan untuk berkomunikasi dengan Arduino.

  • Langkah berikutnya adalah menampilkan data yang terbaca oleh VISA Read. Untuk itu pada kaki output VISA Read, yaitu pada kaki read buffer, klik kanan kaki tersebut dan pilih Create Indicator, maka muncul Indikator read bufferseperti ditunjukkan pada gambar berikut:

  • Berikut ini tampilan jendela Front Panel, yang otomatis memunculkan objek-objeknya, yang sesuai dengan icon control dan indicator yang ditempatkan di jendela Block Diagram.

  • Atur ukuran objek dengan menarik tepinya, dan ukuran serta tata letak teks dengan Tool pada Menu Bar, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Klik di sini untuk men-download program LabVIEW di atas.

  •  Berikut ini video hasil program di atas.

2. Berikut langkah-langkah bagian kedua, Menampilkan Data dalam bentuk Grafik:

  • Agar CPU komputer tidak terkuras habis untuk program ini, tambahkan instruksiWait(ms), yang diambil dari palet Functions, kategori Programming, kategoriTiming, dan isi inputnya dengan nilai 100, dan tempatkan di dalam While Loopdi jendela Block Diagram seperti gambar berikut:

  • Ada kemungkinan tidak ada data pada Serial Port. Bila hal itu terjadi, dengan program di atas, maka tampilan angka di kotak read buffer akan hilang atau kosong. Agar hal ini tidak terjadi, maka tambahkan Shift Register, yang akan meneruskan data yang sebelumnya ketika data di Serial Port kosong. Untuk memunculkan Shift Register ini, klik kanan tepi While Loop, dan pilihAdd Shift Register.

  • Kemudian pada Case 0, teruskan data dari terminal Shift Register kiri ke terminal Shift Register kanan seperti gambar berikut:

  • Oya, keluarkan icon read buffer dari dalam Case 1 di kotak Case Structure, dan hubungkan garis datanya dengan garis di luar kotak seperti gambar berikut:

  • Agar kode program menjadi lebih rapi, tekan tombol Clean Up Diagrambergambar sapu di Tool Bar, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

  • Karena ada 2 data dalam sekali pengiriman, maka untuk pembuatan grafik, diperlukan pemisahan atau parsing data. Pemisahan data secara mudah dilakukan dengan menggunakan icon Match Pattern, yang diambil dari paletFunctions, kategori Programming, kategori String, yang akan mencari tanda baca pemisah. Tanda pemisah di sini adalah tanda koma. Untuk itu, klik kanan pada kaki input regular expression icon Match Pattern, pilih Create Constant, dan isi dengan tanda koma. Kemudian hubungkan kaki input string  icon Match Pattern ini dengan garis data read buffer, dan klik kanan pada kaki outputbefore substring dan after substring, dan pilih Create Indicator, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Klik di sini untuk men-download program di atas

  • Perhatikan bahwa garis data pada read buffer berwarna merah muda, yang menunjukkan tipe data string. Untuk bisa ditampilkan dalam bentuk grafik, maka tipe datanya harus numeric, seperti integer (berwarna biru), atau double(berwarna oranye). Untuk mengubah data string menjadi numeric, dapat dilakukan dengan menggunakan icon Decimal String to Number, yang ada di palet Functions, di kategori Programming, di kategori String. Tambahkan icon tersebut sebanyak 2 buah, dan beri input garis data before substring untuk icon pertama dan garis data after substring untuk icon kedua, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Klik di sini untuk men-download program di atas

  • Pada jendela Front Panel, ambil Waveform Chart dari palet Controls, di kategori Express, di kategori Graph Indicators, dan tempatkan di samping objek-objek sebelumnya, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

  • Pada jendela Block Diagram, hubungkan icon Waveform Chart dengan input dari 2 buah garis data Decimal String to Number, yang keduanya digabungkan dengan icon Merge Signals, seperti ditunjukkan pada gambar berikut (gunakan tool Search di palet Functions untuk mengambil icon Merge Signals):
  • Karena kedua data memiliki satuan yang berbeda di sumbu Y, yaitu yang satu adalah tegangan (V) dan yang kedua adalah frekuensi (Hz), maka sebaiknya grafik untuk kedua data tersebut dipisah. Untuk memisah kedua data ke dalam grafik yang berbeda namun dengan sumbu waktu yang sama, lakukan cara berikut: di jendela Front Panel, tarik kotak Plot Legend ke atas, sehingga muncul 2 Plot (Plot 0 dan Plot 1) seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

  • Kemudian klik kanan pada kotak Waveform Chart, dan pilih Stack Plots, maka kotak Waveform Chart akan memiliki 2 kotak grafik seperti gambar berikut:

  • Karena nilai data pertama adalah nilai ADC 10 bit, maka untuk menghasilkan nilai tegangan dalam satuan volt, sisipkan perhitungan data x 5 /1023, dan ubah label icon number menjadi Teg (V) dan label icon number2 menjadi Frek (Hz)seperti gambar berikut:

  • Oya, sesuai dengan namanya, yaitu alat pemantau kecepatan angin, maka perlu tambahan sebuah grafik lagi untuk menampilkan data kecepatan angin. Mengikuti sumber di sini: http://www.scientificamerican.com/article/bring-science-home-wind-speed/, menghitung kecepatan angin dapat dilakukan dengan menghitung jumlah putaran perdetik dikalikan dengan keliling lingkaran baling-baling alat (dalam meter), seperti ditunjukkan dalam gambar berikut:

  • Perbaiki tampilan di jendela Front Panel agar dapat menampilkan grafik kecepatan angin, seperti gambar berikut. Munculkan juga Graph Palette dengan meng-klik kanan kotak grafik, kemudian pilih Visible Items dan pilih Graph Palette. Graph Palette ini digunakan untuk mengatur skala grafik secara otomatis.

Klik di sini untuk men-download program di atas

  • Berikut video hasil program di atas.

3. Sampailah kita pada bagian ketiga, MENYIMPAN DATA, berikut langkah-langkahnya:

  • Ambil icon Write to Measurement File, dari palet Functions di kategoriProgramming, di kategori File I/O, dan hubungkan kaki input Signals icon ini dengan garis data ke icon Waveform Chart, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

  • Klik 2 kali icon Write to Measurement File, maka akan muncul jendela konfigurasi berikut ini. Dengan jendela konfigurasi ini, pembaca dapat mengatur lokasi penyimpanan data, cara penyimpanannya, format data, kepala baris (header), dan kolom waktu serta tanda pemisah (koma atau tab) seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

  • Perhatikan bahwa setiap kali program dijalankan, apabila kotak diameter tidak diisi, maka nilai kecepatan angin akan bernilai 0. Supaya nilai diameter terisi nilai default, klik kanan pada icon Diameter, di jendela Block Diagram, pilihCreate Local Variable, dan tempatkan icon Local Variable tersebut di luarWhile Loop, kemudian isi nilainya dengan nilai diameter alat, yaitu 0.11 m. Berikut Front Panel dan Block Diagram program tampilan grafik dan penyimpanan datanya:

Klik di sini untuk men-download program di atas

  • Pembaca dapat memperbaiki tampilan dengan menambahkan Decorations di jendela Front Panel, di palet Controls, di kategori Modern. Pembaca juga dapat mengubah tampilan tombol, kotak teks dan grafik dengan fitur Silver, seperti ditunjukkan dalam gambar berikut:

Klik di sini untuk men-download program di atas

  • Berikut video hasil program dengan tampilan yang baru:

4. Akhirnya kita sampai juga pada bagian terakhir, MEMBUAT APLIKASI EXE. Pembuatan aplikasi EXE ini sangat mudah, berikut langkah-langkahnya:

  • Buka Menu Tools dan pilih Build Application (EXE) from VI…, seperti gambar berikut:

  • Maka akan muncul kotak dialog yang menunjukkan lokasi file projek, klikContinue.

  • Muncul jendela pengaturan file EXE yang dibuat. Ganti Target Filename dengan nama yang diinginkan, kemudian klik tombol Build.

  • Tunggu hingga proses selesai, maka file EXE telah dihasilkan.

Klik disini untuk mendownload program EXE

Sampai di sini, penggunaan LabVIEW untuk menampilkan grafik dan pembuatan aplikasi EXE-nya. Aplikasi yang telah dibuat di Tips 1 hingga Tips 3 ini sering disebut sebagai alat AKUISISI DATA. Tips berikutnya akan mendemokan pembuatan alat DATALOGGER sederhana. Selamat mengikuti. Wassalamu’alaikum Wr.Wb

**Sumber : http://5menitbelajarlabview.blogspot.co.id/

Vote and Share your Fell !
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

About admin

Admin

Giri Wahyu Pambudi – Seorang Anak Desa yang berkeinginan membangun Indonesia dengan Sedikit Ilmu yang dimiliki

Artikel Serupa

Check Also

Kontrol nyala LED Arduino via Bluetooth Android

4 comments

  1. Kalo buat tampilan arah mata angin gimana yah mas? tampilannya berupa indikator penunjuk arah angin dengan 8 arah mata angin ( N, NE, E, SE, S, SW, W, NW ) jadi mirip kompas. selain indikator itu, ada juga tampilan digital atau angka dan grafik. Mohon bantuannya, Terima kasih.

  2. bingung ?? kalau arduinonya disimulasikan dulu di proteus gimana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *