Tutorial Belajar Pemrograman Arduino untuk Pemula Part 3 : Menyalakan LED

Tutorial Belajar Pemrograman Arduino untuk Pemula Part 3 : Menyalakan LED
4.6 (92%) 2 votes

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, berjumpa lagi dengan Cronyos.Com. kali ini kita akan coba menghidupkan LED menggunakan Arduino?? yakkk , masa cuma ngidupin LED, sabar, lakukan saja step by step dengan cermat :D

Baca Juga  Belajar Pemrograman Arduino untuk Pemula Part 2 : Pengenalan Breadboard

Rangkaian kali ini melibatkan dua komponen yaitu resistor dan LED. Representasi skematik rangkaian ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

kenapa pakai resistor?? resistor disini berguna untuk mengurangi arus, ini berarti resistor mengurangi jumlah arus listrik yang mengalir melalui LED.jika tidak pakai resistor maka kemungkinan besar LED akan putus, la emang arusnya berapa sih harusnya?? tenag, kita akan coba hitung menggunakan Hukum Ohm, kita dapat mencari nilai resistor yang nanti kita akan gunakan untuk mengurangi arus yang nanti melewati LED

Hukum ohm sangat sederhana, ia mengatakan bahwa ada hubungan linear antara arus dan tegangan , dan ada hubungan terbalik / berlawanan antara Arus dan Hambatan. Secara khusus ia mengatakan:

V = I*R

dimana

V = tegangan
I = arus
R = resistensi – ini adalah apa yang kita ingin menghitung nanti

jadi jika kita tahu nilai-nilai V dan I, kita dapat menghitung R yang benar untuk rangkaian kita nanti. Pertama kita perlu menghitung tegangan resistor. Dalam rangkaian yang ditunjukkan pada gambar diatas tengangan dari Arduino adalah 5V. Sebagian besar LED ukuran 3mm atau LED 5mm yang ada dipasaran membutuhkan tegangan cukup 3 v saja, sehingga sisanya 2V (5V – 3V = 2V) digunakan / dikorupsi resistor. (bahasanya itu lo KORUPSI)hehe

Selanjutnya kita menghitung arus yang akan melalui resistor. Kebanyakan LED yang dijual dipsaran ukuran 3mm atau LED 5mm hanya membutuhkan arus sebesar 20mA, jika ledbih dari itu dapat merusak LED, dan jika dibawah itu akan membuat LED menyala redup (tapi tidak ada salahnya). Dengan asumsi kita nanti ingin menjalankan LED denagn Arus20mA, kita tahu bahwa jarus akan mengalir sama besar disetiap titik pada rangkian seri. Maka:

2V = 20mA * R
2V = 0.02A * R
R = 100 ohm

Jadi 100 Ohms adalah resistansi minimum yang kita perlukan untuk memastikan bahwa LED nantinya tidak rusak, untuk lebih amanya kalian bisa gunakan 220 Ohm.

Selanjutnya kita akan memasang sebuah LED pada papan Breadboard. Pasang resistor dan LED ke Breadboard dengan pengkabelan seperti gambar diatas. tahu kan cara menentukan kaki led positif sama yang negatif?? biasanya kalau baru beli, kaki yang panjang itu yang positif. maka hubungkan kaki positif ke resistor seperi gambar diatas.

lalu kita colokan power supply, bisa melalui port USB atau jack DC 12 v, jika LED menyala maka SELAMAT, anda telah lulus pada pertemuan kali ini, hehe

Cuma gitu doang???? saya sudah bilang tadi, SABARRR, :D, pokoknya disimak terus aja :), baik mungkin kit cukupkan dulu pembeajaran kita kali ini, karena adzan magrib sudah berkumandang(saat tulisan ini diketik, mari kita solat dulu), semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga  Belajar Pemrograman Arduino untuk Pemula Part 4 : Mengenal Program Arduino
Share your vote!


Vote and Share your Fell !
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

About Giri Wahyu Pambudi

Giri Wahyu Pambudi - Seorang Pemuda Desa yang berkeinginan ikut membangun Indonesia dengan Sedikit Ilmu yang dimiliki SMK N 2 Wonogiri lulus 2015 UNIV Negeri Yogyakarta lulus 2019 2019 - Sekarang Bekerja di SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro, Wonogiri
Jumlah Post : 388 Artikel

Artikel Serupa

Check Also

Cara Mengakses Sensor Tegangan DC menggunakan Arduino