Mendeteksi Kebocoran Gas Mudah terbakar dengan Sensor MQ-2 dan Arduino

Mendeteksi Kebocoran Gas Mudah terbakar dengan Sensor MQ-2 dan Arduino
4.7 (94%) 9 votes

Mengukur / Mendeteksi Kebocoran gas dengan Arduino – Assalamu’alaikum teman teman, terima kasih atas kunjungannya di cronyos.com ya, kali ini kita akan belajar tentang bagaimana cara mengukur / mendeteksi kebocoran gas dengan Sensor Gas (LPG, Propana, Butana / Gas lain yang mudah terbakar) Menggunakan Arduino.

Pada kesempatan kali ini kita hanya akan mencoba mendeteksi / mengukur kepekatan kebocoran gas lalu menampilkannya ke serial monitor dan mengendalikan led beserta buzzer, jadi ketika ada gas yang mudah terbakar terdeteksi maka buzzer dan led akan menyala.

Nah, sebelum kita mulai membuatnya ada beberapa komponen yang harus kita siapkan ya, antara lain:

  1. 1 pcs Arduino Uno ( Link Tokopedia )
  2. 1p pcs Modul Sensor gas MQ-2 ( Link Tokopedia )
  3. 1 pcs Buzzer ( Link Tokopedia )
  4. 2 pcs led (merah dan hijau) ( Link Tokopedia )
  5. 3 buah resistor 220 ohm ( Link Tokopedia )
  6. berapa pcs kabel jumper dan  breadboard ( Link Tokopedia )

Setelah komponen diatas tersedia sekarang kita buat rangkaiannya dulu ya, buat rangkaiannya menggunakan kabel jumper pada breadboard.

Rangkaian Sensor Gas dan Arduino

Oh iya, Resistor 220 ohm yang ke buzzer boleh pakai boleh tidak ya, jika memang buzzer tidak menyala karena tegangan kurang maka resistor boleh tidak dipakai.

Setelah rangkaian diatas selesai dibuat saatnya kita coding, ada beberapa alternatif program yang akan kita pakai pada tutorial kali ini, silahkan dipilih mana yang temen temen suka, tentunya kita akan memilih dari yang paling simpel dulu ya.

Rangkaian 1 : Mendeteteksi Gas Mudah terbakar dengan Arduino (Sinyal Digital)

Nah, pada rangkaian kita pada kali ini kita hanya akan mendeteski adanya gas mudah terbakar dengan menghiraukan intensitasnya, jadi nanti luaranya hanya YA dan TIDAK, atau ADA GAS dan TIDAK ada gas, kita akan buat Buzzer menyala ketika ada gas yang terdeteksi oleh sensor, berikut adalah koding untuk arduinonya.

void setup() {
  // put your setup code here, to run once:
pinMode(7,INPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 7 sebagai Input
pinMode(8,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 8 sebagai Output
pinMode(9 ,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 9 sebagai Output
pinMode(10,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 10 sebagai Output

}

void loop() {
 if (digitalRead(7)==LOW) // ada Gas terdeteksi
 {
  digitalWrite(8,HIGH); // led merah on
  digitalWrite(10,HIGH); // buzzer on
  digitalWrite(9,LOW); // led hijau off
  }
  else // tidak ada gas terdeteksi
  {
   digitalWrite(8,LOW); // led merah off
   digitalWrite(10,LOW); // buzzer off
    digitalWrite(9,HIGH); // led hijau on
    }

}

Bila kita cermati pada program diatas arduino bekerja hanya dengan 2 logika saya dari sensor gas mq-2 yaitu High saat tidak ada gas yang terjadi dan Low saat ada kebocoran gas yang terjadi yang dibaca oleh arduino melalui pin digital 7 sebagai inputan. dan apabila kita cermat dan kreatif maka sebenarnya kita dapat membuat rangkaian pendeteksi gas mudah terbakar ini tanpa arduino, karena output dari sensor sudah berupa sinyal digital dan tinggal dikuatkan saja pakai transistor. dan untuk kepekaannya kita dapat menyetinggnya pada variable resistor yang terdapat pada modul sensor gas mq-2 tersebut.

Baca Juga  Kontrol Led dengan IR Remote menggunakan Arduino

Rangkaian 2 : Mendeteteksi Gas Mudah terbakar dengan Arduino (Sinyal Analog)

Pada rangkaian kedua ini hampir sama dengan rangkaian kita yang pertama hanya saja kita akan menggunakan sinyal analog untuk mendeteksi seberapa pekat gas yang terdeteksi oleh sensor tersebut. untuk wiring pemasangan komponennya masih sama dengan diatas, hanya saja kita menggunakan pin A0 sebagai pin inputan analog dan programnya tentu kita ganti menjadi seperti berikut:

void setup() {
  pinMode(8,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 8 sebagai Output
  pinMode(9 ,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 9 sebagai Output
  pinMode(10,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 10 sebagai Output
  Serial.begin(9600); //setting kecepatan Komunikasi Serial
}

int voltageKepekatan=0; //mendeklarasikan variable voltageKepekatan;

void loop() 
{
  voltageKepekatan = analogRead(A0); // nilai dari voltageKepekatan = tegangan yang masuk pin A0 arduino
  Serial.println(voltageKepekatan); // Menampilkan hasil di serial monitor
  delay(100); // delay 0.1  Seconds
}

pada program diatas kita dapat mengetahui intensitas kepekatan dari gas yang terdeteksi melalui serial monitor, semakin besar tegangan yang dibaca oleh pin A0 maka intensitas kepekatannya juga semakin besar dan sebaliknya.

Rangkaian 3 : Mendeteteksi Gas Mudah terbakar dengan Arduino (Sinyal Analog part 2)

pada percobaan kita kedua ini kita akan coba menggabungkan Logika pada rangkaian 1 dan Rangkaian 2. dimana pada rangkaian 1 kita mengontrol led dan Buzzer berdasarkan sinyal digital dan jika kita ingin menentukan seberapa intensitas kepekatan gas yang akan membuat led dan buzzer menyala kita perlu memutar variable resistor pada modul tersebut. dan pada rangkaian 3 ini kita akan mengontrol led dan buzzer berdasarkan sinyal analog dan jika kita ingin menentukan seberapa intensitas kepekatan gas yang akan membuat led dan buzzer menyala kita hanya perlu mengedit di prorammnya saja. wiring pemasangan rangkaiannya masih sama dan berikut programnya :

void setup() {
  pinMode(8,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 8 sebagai Output
  pinMode(9 ,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 9 sebagai Output
  pinMode(10,OUTPUT); //Mendeklarasikan Pin digital 10 sebagai Output
  Serial.begin(9600); //setting kecepatan Komunikasi Serial
}

int voltageKepekatan=0; //mendeklarasikan variable voltageKepekatan;
int maxIntensitas = 300;
void loop() 
{
  voltageKepekatan = analogRead(A0); // nilai dari voltageKepekatan = tegangan yang masuk pin A0 arduino
  Serial.println(voltageKepekatan); // Menampilkan hasil di serial monitor

  if (voltageKepekatan > maxIntensitas) // intensitas kepekatan melebihi ambang batas yang diijinkan
    {
     digitalWrite(8,HIGH); // led merah on
     digitalWrite(10,HIGH); // buzzer on
     digitalWrite(9,LOW); // led hijau off
    }
  else // intensitas kepekatan dibawah ambang batas yang diijinkan
    {
    digitalWrite(8,LOW); // led merah off
    digitalWrite(10,LOW); // buzzer off
    digitalWrite(9,HIGH); // led hijau on
    }
  delay(100); // delay 0.1  Seconds
}

Sekian tutorial kali ini, penulis sangat berharap tulisan ini bermanfaat untuk pembaca semua, jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya. Terima Kasih.

Share your vote!


Vote and Share your Fell !
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

About Giri Wahyu Pambudi

Giri Wahyu Pambudi - Seorang Pemuda Desa yang berkeinginan ikut membangun Indonesia dengan Sedikit Ilmu yang dimiliki SMK N 2 Wonogiri lulus 2015 UNIV Negeri Yogyakarta lulus 2019 2019 - Sekarang Bekerja di SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro, Wonogiri
Jumlah Post : 382 Artikel

Artikel Serupa

Check Also

Cara Mengakses Sensor Tegangan DC menggunakan Arduino