Otomotif

Cara Mudah Menggunakan Cylinder Bore Gauge

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaimana kabar sahabat terpelajar semaunya? saya do’akan baik baik saja. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita bisa belajar bersama kembali. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama tentang cara menggunakan cylinder bore gauge.

Apa itu Cylinder Bore Gauge?

CylinDer Bore Gauge / CBG adalah alat salah satu jenis alat ukur mekanik yang digunakan untuk mengukur diameter dalam suatu silinder, salat ini memiliki ketelitian sebesar 0.01 mm, alat ini biasanya digunakan pada dunia otomotif untuk mengukur diameter silinder dari suatu mesin

Nama Bagian Cylinder Bore Gauge

Agar memudahkan kita saat belajar dalam menggunakannya nanti, alangkah baiknya kita mengetahui nama – nama bagianya terlebih dahulu, berikut ini adalah nama bagian dari CBG / Cylinder Bore Gauge

Setelah kita tahu nama- nama bagian dari cylinder bore gauge, selanjutnya mari kita lanjutkan tentang cara penggunaannya.

Untuk cara mengukur diameter silinder menggunakan CBG sebenarnya ada beberapa metode, berikut mari kita cermati beberapa metode dalam menggunakan cylinder bore gauge

Cara Menggunakan Cylinder Bore Gauge

Persiapan
  1. Pastikan Dial Gauge pada CBG dapat bergerak dan tidak macet
  2. Pasang dial gauge pada tangkai CBG sampai jarum pada Dial Indicator bergerak (dial gauge tertekan)
  3. Pastikan dial gauge bergerak ketika measuring point ditekan
Pengukuran (Metode 1)
  1. Ukur diameter cylinder dengan Vernier caliper untuk mendapatkan diameter kasar silinder untuk menentukan replacement rod dan washer yang akan digunakan, ( jika angka angka dibelakang koma hasil pengukuran kurang dari 0.5 maka dibulatkan ke bawah dan jika lebih dari 0.5 maka dibulatkan ke atas)
    Contoh:
    Bila hasil pengukuran 72.90mm, maka dibulatkan menjadi 73.00 mm, sehingga Replacement Rod dan Washer yang digunakan adalah:
    Replaccemen Rod = 70 mm
    Washer = 3 mm
    Atau : Bila hasil pengukuran 72.30mm, maka dibulatkan menjadi 72.00 mm, sehingga Replacement Rod dan Washer yang digunakan adalah:
    Replaccemen Rod = 70 mm
    Washer = 2 mm
  2. Kalibrasi Cylinder Bore Gauge
    1) Set 0 Micrometer
    2) Set micrometer sesuai dengan panjang replacement rod dan washer (berdasarkan contoh diatas : 73mm)3) Masukan replacement rod dan measuring point ke micrometer dan set dial gauge pada angka 0
  3. Pengukuran Cylinder
    1) Masukan cylinder bore gauge ke dalam cylinder pada posisi diagonal / miring2) Gerakan (goyangkan) cylinder bore gauge sampai diperoleh hasil angka pembacaan yang terkecil,
    Catatan dan Contoh : Jika jarum dial indicator bergerak searah jarum jam artinya diameter semakin kecil, dan bila bergerak berlawanan jarum jam berarti diameter semakin besar, satu strip pada micrometer berarti 0.01mm
    Contoh : jika jarum bergerak 4 strip dari angka 0 ke arah kanan maka diameter silinder = 73.00 – 0.04 mm = 72.96mm
Pengukuran (metode 2)

  1. Ukur diameter cylinder dengan Vernier caliper untuk mendapatkan diameter kasar silinder untuk menentukan replacement rod dan washer yang akan digunakan, ( jika angka angka dibelakang koma hasil pengukuran kurang dari 0.5 maka dibulatkan ke bawah dan jika lebih dari 0.5 maka dibulatkan ke atas)
    Contoh:
    Bila hasil pengukuran 72.90mm, maka dibulatkan menjadi 73.00 mm, sehingga Replacement Rod dan Washer yang digunakan adalah:
    Replaccemen Rod = 70 mm
    Washer = 3 mm
    Atau : Bila hasil pengukuran 72.30mm, maka dibulatkan menjadi 72.00 mm, sehingga Replacement Rod dan Washer yang digunakan adalah:
    Replaccemen Rod = 70 mm
    Washer = 2 mm
  2. Pengukuran
    1) Masukan cylinder bore gauge ke dalam cylinder pada posisi diagonal / miring
    2) Gerakan (goyangkan) cylinder bore gauge sampai diperoleh hasil angka pembacaan yang terkecil dan Posisikan angka pada dial indicator pada angka 0
    3) Set 0 micrometer

    4) Masukan replacement rod dan measuring point ke micrometer dan putar micrometer sampai jarum dial gauge menunjuk angka 0, diameter cylinder = angka hasil pengukuran micrometer

Itulah tadi 2 metode pengukuran diameter cylinder menggunkana Cylinder Bore Gauge, sebenarnya masih ada beberapa cara yang dapat kita gunakan, namun yang paling mudah dipelajari adalah 2 cara tersebut

Bagaimana? Bingung? :sup2: saya dulu waktu SMK awal – awal juga bingung, namun saat sudah paham, rasanya menjadi mudah sekali, jadii, tetap semangat :cool , sekian materi kali ini, semoga bermanfaat dan jika ada yang merasa bingung silahkan sampaikan di kolom komentar, Terima kasih dan sampai jumpa pada materi berikutnya, Wassalamu’alaikum

Giri Wahyu Pambudi

Giri Wahyu Pambudi - Seorang Pemuda Desa yang berkeinginan ikut membangun Indonesia dengan Sedikit Ilmu yang dimiliki SMK N 2 Wonogiri lulus 2015 UNIV Negeri Yogyakarta lulus 2019 2019 - Sekarang Bekerja di SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro, Wonogiri

Share
Published by
Giri Wahyu Pambudi

Recent Posts

Adab Buang Hajat

Kitab Rujukan : Shahih Adab Islamiyyah karya Dr. Wahid bin Abdissalam bali 1.Berdoa ketika masuk…

1 tahun ago

Adab Ketika Bangun Tidur

Berdzikir kepada Allah Ketika Bangun Tidur عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى…

1 tahun ago

Kisah Tiga Orang yang Terjebak di Dalam Gua dan Bertawasul Dengan Beramal Saleh

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله…

1 tahun ago

2 Nikmat yang sering dilupakan Manusia : Sehat dan Waktu Luang

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ-  قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ نِعْمَتَانِ…

1 tahun ago

7 Golongan yang Mendapatkan Naungan Allah di Padang Mahsyar saat Hari Kiamat

Assalamu'alaikum, Catatan ini menjadi nasehat untuk diri kami pribadi dan umumnya untuk anak - anak…

1 tahun ago

Piston pin Offset – Alasan piston tidak boleh dipasang terbalik

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat otomotif :-) , kali ini kita akan bahas tentang piston pin…

4 tahun ago

Tampilan Versi Hemat Data