Cara Mudah Membaca / Menggunakan Vernier Caliper / Jangka Sorong

Cara Mudah Membaca / Menggunakan Vernier Caliper / Jangka Sorong
3.6 (72%) 1 votes

Assalamu’alaikum sahabat teknik cronyos.com, kali ini kita akan belajar cara menggunakan / membaca vernier caliper, buat yang belum tau apa itu vernier caliper berikut penampakannya

Hasil gambar untuk vernier caliper blogger

Vernier caliper atau jangka sorong ini juga sering disebut mistar geser atau skitmat, meskipun sederhana namun tidak sedikit yang kesulitan untuk membacanya bagi yang belum terbiasa, meskipun sederhana namun ketelitian pengukuran dari alat ukur yang satu ini bisa sampai 0,05mm bahkan ada yang 0,02mm :babyboy1

nah, pada artikel kali ini kita akan coba belajar bersama untuk menggunakan alat ukur ini, karena jangka sorong yang sering ditemui adalah skala ketelitian adalah 0,05 mm maka dalam belajar kita kali ini kita akan menggunakan jangka sorong dengan tingkat ketelitian 0,05 mm

sebelumnya perlu diketahui bahwa jangka sorong ini memiliki 3 fungsi, jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur diamter luar, diameter dalam dan kedalaman dari suatu benda, untuk mengukur diameter luar suatu benda maka kita dapat menggunakannya seperti gambar berikut

Mengukur diameter luar piston

untuk mengukur diameter dalam kita dapat menggunakannya seperti gambar dibawah ini

Mengukur diameter lubang pin piston

danuntuk mengukur kedalaman kita bisa menggunakannya seperti gambar dibawah ini

Mengukur kedalaman alur ring piston

untuk cara membaca hasil pengukuraran dari ketiga fungsi diatas adalah sama, oke langsung saja kita mulai

  1. Pertama pastikan vernier caliper yang akan kita gunakan masih dalam kondisi baik
  2. Pastikan ketika kedua rahang vernier caliper kita pertemukan maka garis 0 skala nonius sejajar dengan garis 0 skala utama, skala nonius?? skala utama?? opo kui??? :bingung berikut gambarnya
  3. Selanjutnya kita cari angka pada skala utama yang berada di depan garis “0” skala nonius, angka ini adalah angka yang nantinya menjadi angka di depan koma
  4. Lalu kita cari angka pada skala nonius yang garisnya berhimpit dengan garis pada skala utama, angka ini nantinya adalah angka di belakang koma
  5. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut

Bagaimana?? mudah bukan?? :thumbup Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat, jika ada yang masih bingung silahkan sampaikan di kolom komentar. Wassalamu’alaikum

Untuk kalian yang ingin mengetahui sejauh mana pemahaman kalian tentang cara membaca jangka sorong kalian dapat mengerjakan soal latihan dibawah ini

Selamat Mengerjakan Tes Membaca Jangka Sorong

Nama
Asal Sekolah
Kelas
1. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
2. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
3. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
4. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
5. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
6. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
7. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
8. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
9. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
10. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
11. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
12. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
13. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
14. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
15. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
16. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
17. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
18. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
19. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
20. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
21. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
22. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
23. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
24. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
25. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
26. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
27. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
28. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
29. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)
30. Hasil dari Pengukuran Jangka Sorong di Bawah ini adalah ....... mm (gunakan titik untuk penulisan koma, contoh : 5.65, 3.00, 2.15, 1.05, 1.50, 0.05)

Print Friendly, PDF & Email
Baca Juga  6 Fungsi Oli Pelumas untuk Mesin
Share your vote!


Vote and Share your Fell !
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

About Giri Wahyu Pambudi

Giri Wahyu Pambudi - Seorang Pemuda Desa yang berkeinginan ikut membangun Indonesia dengan Sedikit Ilmu yang dimiliki
Jumlah Post : 373 Artikel

Artikel Serupa

Check Also

Cara Kerja Sistem Bahan Bakar Injeksi EFI